Ayat Kursi

(Arab, Latin, Terjemahan, Kandungan dan Keutamaan)


ayat kursi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.


Kandungan Ayat Kursi

Sebagai salah satu ayat yang agung dalam Al-Qur'an, Ayat Kursi memiliki kandungan yang sangat detail dan mendalam. Di dalam ayat tersebut disebutkan tauhidullah (Ke-esaan Allah), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta keumuman ilmu dan kemampuan Allah Azza Wajalla. Hal ini terkandung dalam ayat “Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm”.

Demikian pula Allah Azza Wajalla adalah dzat yang Maha Hidup dengan kehidupan yang maha sempurna; tidak terkena ngantuk, tidak tidur, tidak mengalami kekurangan dan kelalaian, tidak mengalami kematian dan yang lainnya dari berbagai jenis jenis kekurangan. Hal ini terkandung dalam firman Allah “lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm”.

Di dalam ayat tersebut juga disebutkan tentang kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi beserta seluruh isinya, serta tidak ada seorangpun yang bisa memberikan syafaat kecuali setelah mendapatkan izin dari-Nya.

Disebutkan pula di dalamnya tentang Ilmu Allah yang melingkupi hamba-hamba-Nya, sehingga Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di depan, di belakang, serta di sekeliling hamba-hamba-Nya, baik yang mereka tampakkan atau sembunyikan. Tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan para hamba, tidak akan bisa menjangkau ilmu Allah Ta’ala, kecuali apa yang Allah tampakkan bagi mereka.

Disebutkan pula tentang Kursi Allah yang melingkupi langit dan bumi. Kursi sendiri merupakan makhluk Allah yang sangat besar, selain dari Arsy. Letaknya di atas langit yang ketujuh.

Kemudian Ayat Kursi ditutup dengan penegasan bahwa penjagaan terhadap langit dan bumi beserta seluruh isinya, tidak memberatkan Allah Azza Wajalla sama sekali, tidak membuat Allah Azza Wajalla merasa capek dan letih. Sebab, Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.


Keutamaan Ayat Kursi

Sebagaimana ayat-ayat Al-Qur'an lainnya, Ayat Kursi juga memiliki keutamaan tersendiri berdasarkan keterangan yang datang dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dipaparkan beberapa dari sekian banyak keutamaan yang dimiliki oleh ayat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 ini.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ‏.‏ قَالَ فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ ‏"‏ وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ ‏"‏ ‏.‏

“Dari Ubay bin Ka’ab Radhiallahu Anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya ‘Wahai Abul Mundzir, tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah menurut pandanganmu?” Ubay menjawab “Allah dan Rasul-Nya yang paling mengetahui.” Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kembali “‘Wahai Abul Mundzir, tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah menurut pandanganmu?” Ubay menjawab “Allaahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyuul Qayyuum.” Ubay berkata “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memukul dadaku dan berkata ‘Demi Allah, Sungguh engkau telah dianugerahi ilmu wahai Abul Mundzir.” (Diriwayatkan oleh Muslim [810]).

Di dalam hadits tersebut nampak jelas salah satu keutamaan dari Ayat Kursi, yaitu sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, sepantasnya bagi setiap muslim untuk sering-sering membaca ayat tersebut.

Keutamaan lainnya yang juga dimiliki oleh Ayat Kursi disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di bawah ini:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ

“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi di belakang setiap sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga kecuali kematian.” (Diriwayatkan oleh An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah [100], Ad-Daraquthny dalam Al-Afraad [4529], dan selain keduanya.)

Terkait keutamaan di atas, para ulama mengatakan bahwa disunnahkan setelah selesai mengerjakan sholat, selepas membaca tasbih dan tahlil, untuk membaca Ayat Kursi. Diharapkan dengan sebab hal tersebut dia masuk ke dalam surga jika istiqomah di atas agamanya.

Tentu harus dipahami bahwa semata-mata membaca Ayat Kursi tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga. Keutamaan yang disebutkan di atas hanya bisa didapatkan jika dia istiqomah di atas agamanya, menjalankan aturan syariat, melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya, lalu istiqomah di dalam membaca Ayat Kursi setiap selesai melaksanakan sholat.


Tebarkan kebaikan, raih keberkahan.
Bagikan bacaan Ayat Kursi:

Share WhatsApp   Share Facebook