Ayat Kursi

Arab, Latin, Arti, Kandungan dan Keutamaan

ayat kursi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.




ayat kursi
(Sumber gambar: Pixabay)

Ayat kursi adalah salah satu ayat yang ada di dalam Al-Qur'an yang masuk ke dalam Surat Al-Baqarah ayat ke-255 dan berada pada juz ketiga. Walaupun bacaan ayat ini cukup panjang, namun banyak umat islam yang mampu menghafalnya dengan mudah. Ayat yang paling terkenal bagi kaum muslimin ini ternyata memiliki keistimewaan dan keutamaan jika kita membacanya di beberapa waktu tertentu. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa ayat ini merupakan ayat yang paling agung yang ada di dalam Al-Qur'an.

Kandungan

Sebagai salah satu ayat yang agung dalam Al-Qur'an, ayat kursi memiliki kandungan yang sangat detail dan mendalam. Di dalam ayat tersebut disebutkan tauhidullah (keesaan Allah), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta keumuman ilmu dan kemampuan Allah Azza Wajalla. Hal ini terkandung dalam ayat “Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm”.

Demikian pula Allah Azza Wajalla adalah dzat yang Maha Hidup dengan kehidupan yang maha sempurna; tidak terkena ngantuk, tidak tidur, tidak mengalami kekurangan dan kelalaian, tidak mengalami kematian dan yang lainnya dari berbagai jenis jenis kekurangan. Hal ini terkandung dalam firman Allah “lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm”.

Di dalam ayat tersebut juga disebutkan tentang kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi beserta seluruh isinya, serta tidak ada seorangpun yang bisa memberikan syafaat kecuali setelah mendapatkan izin dari-Nya.

Disebutkan pula di dalamnya tentang Ilmu Allah yang melingkupi hamba-hamba-Nya, sehingga Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di depan, di belakang, serta di sekeliling hamba-hamba-Nya, baik yang mereka tampakkan atau sembunyikan. Tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan para hamba, tidak akan bisa menjangkau ilmu Allah Ta’ala, kecuali apa yang Allah tampakkan bagi mereka.

Disebutkan pula tentang Kursi Allah yang melingkupi langit dan bumi. Kursi sendiri merupakan makhluk Allah yang sangat besar, selain dari Arsy. Letaknya di atas langit yang ketujuh.

Kemudian ayat istimewa ini ditutup dengan penegasan bahwa penjagaan terhadap langit dan bumi beserta seluruh isinya, tidak memberatkan Allah Azza Wajalla sama sekali, tidak membuat Allah Azza Wajalla merasa capek dan letih. Sebab, Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Keutamaan

Jika dilakukan perbandingan dengan ayat Al-Qur'an yang lainnya, terlihat ayat ini memang memiliki makna yang dahsyat dan istimewa terutama karena terdapat nama serta sifat Allah di dalamnya. Sebagaimana ayat-ayat Al-Qur'an lainnya, ayat kursi juga memiliki keutamaan tersendiri berdasarkan keterangan yang datang dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dipaparkan lima dari sekian banyak keutamaan yang dimiliki oleh ayat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 ini.

1. Ayat yang Paling Agung

“Dari Ubay bin Ka’ab Radhiallahu Anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya ‘Wahai Abul Mundzir, tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah menurut pandanganmu?” Ubay menjawab “Allah dan Rasul-Nya yang paling mengetahui.” Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kembali “‘Wahai Abul Mundzir, tahukah kamu ayat yang paling agung dalam kitab Allah menurut pandanganmu?” Ubay menjawab “Allaahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyuul Qayyuum.” Ubay berkata “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memukul dadaku dan berkata ‘Demi Allah, Sungguh engkau telah dianugerahi ilmu wahai Abul Mundzir.” (Diriwayatkan oleh Muslim [810]).

Di dalam hadits tersebut nampak jelas salah satu keutamaannya yaitu sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, sepantasnya bagi setiap muslim untuk sering-sering membacanya.

2. Tak Ada Penghalang Untuk Masuk Surga Kecuali Kematian

Keutamaan lainnya yang juga dimilikinya disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di bawah ini:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ

“Barangsiapa yang membaca ayat kursi di belakang setiap sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga kecuali kematian.” (Diriwayatkan oleh An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah [100], Ad-Daraquthny dalam Al-Afraad [4529], dan selain keduanya.)

Terkait keutamaan di atas, para ulama mengatakan bahwa disunnahkan setelah selesai mengerjakan sholat, selepas membaca tasbih dan tahlil, untuk membaca ayat mulia ini. Diharapkan dengan sebab hal tersebut dia masuk ke dalam surga jika istiqomah di atas agamanya. Tentu harus dipahami bahwa semata-mata membaca ayat ini tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga. Keutamaan yang disebutkan di atas hanya bisa didapatkan jika dia istiqomah di atas agamanya, menjalankan aturan syariat, melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya, lalu istiqomah di dalam membaca ayat ini setiap selesai melaksanakan sholat.

3. Dijaga Dari Godaan Setan Hingga Pagi

Di dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa mukmin yang membaca ayat yang agung ini sebelum tidur, maka ia akan peroleh penjagaan dari godaan setan sampai pagi.

"... bila engkau akan beranjak ke tempat tidurmu maka bacakah ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan 'Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum'. Karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari." (HR. Bukhari)

4. Diberikan Perlindungan Seharian

Apabila seorang muslim membaca ayat ini yang kemudian diteruskan dengan membaca 3 ayat pertama Surah Al-Mu'min (Gafir) di pagi hari sebelum mulai beraktivitas, maka Allah akan memberikan perlindungan dan penjagaan dari mulai waktu membaca hingga di sore hari. Kemudian jika membacanya di sore hari, maka perlindungan dan penjagaan akan diberikan sampai di pagi hari.

5. Ayat Paling Diberkahi

Membaca dan mengamalkan ayat populer ini, seorang muslim akan memperoleh keberkahan, dihindarkan dari kesulitan, dilindungi dari bencana dan kesedihan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Ayat kursi merupakan ayat yang diberkahi, tidak ada yang membukakan kesulitan, menyingkirkan bencana dan menghilangkan kesedihan lebih cepat daripada ayat kursi.” (HR. Imam Abu Hamid Bin Muhammad Al-Gozhali)




Baca juga:

Surat Yasin Surat Al Waqiah

Surat Ar Rahman Surat Al Kahfi

Surat Al Mulk
Tebarkan kebaikan, raih keberkahan.
Bagikan bacaan Ayat Kursi:

Share WhatsApp   Share Facebook